Wikia

Avatar Indonesia Wiki

Zuko

Comments14
167pages on
this wiki
Artikel ini telah menjadi pilihan pada halaman utama. Klik di sini untuk artikel Pilihan lainnya. Fire Nation emblem.png Pengendali Api Halaman ini bergerak dilindungi.
Zuko.png
蘇科
Zuko
Informasi Biografi
Nama Alternatif

Suzu (dari Azula)

Kenegaraan

Negara Api

Umur

87

Tanggal Lahir

83 ASC[1][2]

Didahulukan oleh

Ozai

Dilanjutkan Oleh

Azula

Deskripsi Fisik
jenis kelamin

Laki-laki

Warna Rambut

Hitam

Informasi pribadi
Sekutu

Negara Api (sekarang), Aang, Team Avatar

Musuh

Negara api (Dulunya)

Senjata Pilihan

Api

gaya bertarung

Pengendali Api

Kronologis dan politik informasi
Frofesi
  • Pangeran (Yang Tidak dianggap)
  • Master Pengendali Api
  • Raja Api
Afiliasi

Negara Api Tim Avatar

Penampilan Pertama

"The Boy in the Iceberg"

Penampilan Terakhir

The Search Bagian 1

Pengisi Suara

Dante Basco
Elijah Runcorn (saat muda)

Galeri

Raja Api Zuko adalah seorang pengendali api yang berbakat dan kuat, terlahir sebagai seorang pangeran di Keluarga Kerajaan Negara Api. Ia seringkali dikisahkan mengalami nasib yang sama dengan Avatar Aang. Muncul sebagai tokoh antagonis utama, Zuko menjalani hidupnya untuk menangkap Avatar yang lama menghilang, untuk mengakhiri masa pembuangannya dan mendapatkan kembali kehormatannya sebagai Putra Mahkota dari Negara Api. Zuko dengan mudah dapat dikenali dari bekas luka di sisi kiri wajahnya. Luka tersebut diberikan oleh ayahnya, Raja Api Ozai, tak lama sebelum ia dibuangan. Luka tersebut adalah hasil dari sebuah insiden di mana ia tidak menghormati ayahnya dengan berbicara diluar dari gilirannya dan menolak Agni Kai melawan sang ayah.[3]

Dengan dukungan dari pamannya, Iroh, dan setelah pergolakan batin yang keras dan menyakitkan, Zuko menolak Negara Api yang dikonsepkan Ozai dan bergabung dengan kelompok Avatar Aang untuk menjadi teman dan guru pengendali api Avatar Aang. Sementara Aang mengalahkan Ozai, Zuko, dengan bantuan Katara, mengalahkan adiknya yang berbakat, Tuan Putri Azula dan mengambil haknya sebagai Raja Api[4], kemudian mengumandangkan akhir dari Perang Seratus Tahun dan mengawali era baru yang berdasarkan cinta dan perdamaian.[5].

Dia akhirnya pensiun dari menjadi Api Tuhan, dan memberikan posisi kepada putrinya.[2]


SejarahEdit

Awal KehidupanEdit

Zuko adalah putra sulung (83 ASC) dari Raja Api Ozai dan Tuan Putri Ursa. Sejak usia dini, ia diremehkan oleh ayahnya dan menjadi objek olok-olok, manipulasi, dan penipuan oleh adiknya, Azula. Namun, Ibunya sangat mencintai dan pilih kasih kepadanya. Suatu waktu pada masa kecilnya, Piandao menjadi gurunya dan melatih Zuko tekhnik pedang kembar dengan senjata Dao.[3][6]

Ketika Zuko berumur sebelas tahun, sepupunya, Lu Ten, meninggal dalam perang. Jenderal Iroh yang sangat berduka karena kehilang anak tunggalnya, kemudian mengabaikan 600 hari pengepungan ibukota Kerajaan Bumi, Ba Sing Se. Sewaktu sedang melakukan pertemuan dengan Raja Api Azulon, Ozai memamerkan keterampilan luar biasa dari teknik pengendalian api Azula dan pengetahuannya tentang strategi militer, dimana keduanya mengungguli Zuko. Azulon sangat terkesan dengan kelebihan-kelebihan ini dan memerintahkan Ursa membawa anak-anaknya pergi, dan menyuruh Ozai untuk berhenti berbasa-basi dan mengatakan secara langsung alasannya untuk mengadakan pertemuan ini. Azula dan Zuko menguping pembicaraan mereka dan segera, Ozai menyatakan diri lebih pantas menjadi ahli waris kerajaan daripada Iroh. Ia juga turut mengungkit tentang keadaan Iroh yang berduka cita dan menilainya berlebihan. Lagipula Iroh sudah tidak memiliki ahli waris lagi. Tanpa terduga, Azulon menjadi marah dan membela Iroh bahwa ia sudah cukup menderita, maka dari itu Azulon hendak menghukum Ozai agar ia juga turut merasakan penderitaan Iroh.[3]

Ursa memluk Zuko, untuk terakhir kalinya sebelum menghilang.

Zuko lari ketakutan sementara Azula tetap tinggal untuk terus menonton. Ketika Zuko sedang mencoba untuk tidur di dalam kamarnya, Azula datang sambil mengejek dan mengatakan kepadanya bahwa Ozai akan membunuhnya, karena Azulon ingin Ozai tahu bagaimana rasanya kehilangan anak. Ursa yang mendengar keributan itu lalu datang dan menarik Azula pergi untuk berbicara sebentar. Zuko sendirian di kamar, merapal mantra untuk menenangkan diri; "Azula selalu berbohong.". Tak lama ia terbangun lagi, tapi kali ini dibangunkan oleh ibunya. Dia mengatakan kepada anaknya yang masih mengantuk bahwa semua yang akan ia lakukan, ia lakukan untuk Zuko, dan menyuruhnya untuk tidak melupakan siapa jati dirinya, tidak peduli apapun yang akan terjadi. Keesokan paginya, Zuko terbangun dan ingat apa yang terjadi tadi malam dan berlari panik melalui lorong-lorong istana untuk mencari ibunya. Dia bertemu Azula yang dengan riang mengatakan kepadanya bahwa Azulon meninggal semalam ketika ibu mereka menghilang. Azula bermain-main dengan barang milik Zuko; sebilah belati mutiara (hadiah dari Paman Iroh) kemudian mengejeknya dengan mengatakan bahwa ibu mereka tidak ada di sana untuk membelanya. Akhirnya, ia menemukan Ozai di taman istana dan menuntut untuk mengetahui di mana ibunya. Ozai tidak menjawab dan ia menundukkan kepalanya dengan sedih. Pada pemakaman Azulon, Tetua Api mengangkat Raja Api Ozai atas permintaan Azulon sebelum meninggal.[3]

Pengusiran Edit

Zuko memohon ampun dari ayahnya.

Dua tahun kemudian, Iroh memperbolehkan pangeran ngotot yang masih berumur tiga belas tahun; Zuko ke dalam sebuah rapat dewan perang dengan Ozai dan beberapa jenderalnya. Dia mengabaikan instruksi Iroh untuk tidak bicara apapun selama pertemuan ketika seorang jendral berencana untuk mengorbankan seluruh divisi anggota baru sebagai umpan. Dengan keras Zuko menolak usul ini dan melihat hal itu sebagai pengkhianatan terhadap patriotisme para rekurtan itu. Pelanggaran itu dipandang sebagai penghinaan serius dan Ozai menuntut agar ia melakukan Agni Kai. Zuko setuju, tanpa menyadari bahwa ia akan menghadapi ayahnya, bukan jendral yang ia kecam. Saat menyadari siapa lawannya dalam duel Agni Kai, ia langsung berlutut, menolak untuk melawan ayahnya sambil menangis. Ozai melihat sikap ini sebagai sebuah tanda kepengecutan dan bentuk lain dari kekurangajaran, lalu mengatakan padanya "[dia] akan belajar apa itu kehormatan, dan penderitaan akan menjadi guru[nya]."[7]

Ozai membakar Zuko (menorehkan luka parut permanen di sisi kiri wajahnya), menanggalkan hak kesulungannya, dan membuangnya dari tanah air, menyatakan bahwa ia hanya boleh kembali jika ia mampu menemukan dan menangkap Avatar yang sudah menghilang selama seratus tahun. Sesungguhnya adalah sebuah tugas konyol (karena Avatar telah menghilang, dan Sozin telah mencarinya seumur hidup namun tidak berhasil juga, dengan kata lain, misi yang sia-sia), tapi tugas ini menjadi satu-satunya harapan Zuko yang putus asa untuk mendapatkan kembali kehormatannya, dan semua yang hilang darinya.[7]

Zuko menghabiskan tiga tahun berikutnya di laut tanpa arah mencari Avatar. Dia mencari Avatar di empat Kuil Udara, dimulai dengan Kuil Udara Barat, dan menjelajahi dunia, mencari bahkan lokasi yang paling pelosok[8]. Iroh menemani Zuko selama pengasingannya, dan mereka berdua menghabiskan lebih dari dua tahun di laut dengan sebuah kapal kecil dan kru. Para kru ini bukanlah penjaga kerajaan atau pasukan khusus, mereka mungkin juga adalah orang terbuang, atau yang mengabdi pada Jendral Iroh yang populer. Mereka sering tidak senang dengan perintah Zuko tetapi tetap mentaati perintahnya .[7] Kehadiran Iroh cukup dapat menghibur mereka.

Musim Dingin 99 ASC Edit

Artikel Dari ini adalah: Cerita Zuko (83 ASC - 100 ASC)

Musim Semi 100 ASC Edit

Artikel Dari ini adalah: Cerita Zuko (Musim Semi 100 ASC)

Musim Panas 100 ASC Edit

Artikel Dari ini adalah: Cerita Zuko (Musim Panas 100 ASC)

Menjadi Raja ApiEdit

Gerakan Restorasi HarmoniEdit

Setelah perang usai, Zuko dimahkotai sebagai Raja Api dan turut mendukung gerakan Gerakan Pemulihan Harmoni yang pada awalnya berencana untuk menarik kembali koloni-koloni Negara Api di wilayah Kerajaan Bumi. Setelah pengumuman rencana Gerakan Pemulihan Harmoni ini, Zuko dan teman-temannya menunggangi Appa untuk menonton kembang api. Selama menunggangi Bison Langit, Raja Api yang kawatir ini meminta pada Sang Avatar untuk membuat sebuah janji : apabila Zuko mulai menjadi "Ozai", maka Avatar harus mengakhiri hidupnya. Bukan permintaan yang mudah untuk disetujui, Aang meminta pendapat Katara yang mengangguk sebagai tanda setuju, Aang pun setuju.

Raja Api Zuko menyerang Walikota Morishita.

Satu tahun kemudian, terjadi lima kali percobaan pembunuhan dari Kori, putri dari Morishita, Kepala Koloni Yu Dao. Sekalipun penyusup ini mampu mengatasi para penjaga, dia tidak mampu mengalahkan Zuko yang kemudan memenjarakan dia dan mengetahui kisah dibalik penyerangan tersebut. Sang Raja Api pun mengunjungi rumahnya di Kolonial Yu Dao untuk berbicara dengan walikota. Namun saat Zuko menjelaskan bahwa Gerakan Pemulihan Harmoni adalah untuk menghadirkan kedamaian di dunia, Morishita tidak setuju dan mulai mengecam, menggunakan Ozai sebagai contoh seorang Raja Api yang tidak akan mengkhianati rakyatnya, membuat Zuko untuk kembali teringat kunjungannya terhadap sang ayah di dalam penjara. Ozai memperingatkan dia bahwa dia akan kembali padanya sebagai seorang pemuda tak berpengalaman yang membutuhkan nasihatnya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin negara. Raja Api yang masih remaja itu mengancam walikota Morishita, menolak dirinya disamakan dengan ayahnya. Walikota setuju bahwa dia tidak seperti ayahnya yang membuat banyak kesalahan namun tidak pernah bertingkah pengecut atau pengkhianat. Zuko memerintahkan pasukannya untuk menangkap walikota, namun para penjaganya diserang oleh seorang pengendali tanah, Nyonya Morishita, yang meminta sang Raja Api untuk memaafkan suaminya atas ucapan-ucapannya yang kasar. Zuko terkejut menyadari bahwa istri walikota adalah seorang pengendali tanah, seperti putri mereka. Ia kemudian menyadari bahwa orang-orang yang telah berdiam di dalam kota Yu Dao telah berbaur menjadi satu keluarga sekalipun berasal dari negara yang berbeda. Atas dasar alasan ini, Zuko mengizinkan koloni Negara Api untuk tetap berdiam di dalam kota dan mengumumkan penolakannya terhadap rencana Gerakan Pemulihan Harmoni.

Zuko menundukkan Katara untuk melindungi tentaranya dari amarah.

Setelah Tim Avatar mendengar tentang penarikan dukungan Zuko bagi Gerakan Pemulihan Harmoni, mereka berkunjung ke Yu Dao, dimana Zuko tinggal saat ini. Aang dan Katara melewati dinding kota Yu Dao dengan cara terbang untuk bertemu sang Raja Api. Namun berhubung para penjaga Negara Api diperintahkan untuk hanya mengizinkan orang masuk ke dalam kota apabila mendapatkan izin dari Raja Api, para penjaga menyerang Aang sebagai penyusup tanpa mempedulikan keinginan Aang untuk berbicara dengan Zuko. Melihat Aang terbakar, Katara menjadi marah dan mulai menghajar para penjaga Negara Api itu hingga akhirnya ia dibekuk oleh Zuko yang mencegahnya untuk menyakiti rakyatnya. Aang menjadi marah dengan kelakuan Zuko dan memerintahkannya untuk melepaskan kekasihnya. Zuko setuju, tapi ia akan melepaskan Katara bila mereka berhenti menyakiti orang-orangnya. Aang menjadi marah dan meniup Zuko sehingga sang Raja Api melepaskan bekukannya terhadap Katara. Namun karena Zuko membalas dengan melepaskan bola api pada Aang, Aang mengira Zuko sudah berubah, kemudian masuk ke dalam Tingkat Avatar. Katara berhasil menenangkan Aang dan mereka berdua pun berbicara juga. Sang Raja Api membawa kedua tamunya untuk berkeliling melihat-lihat Yu Dao sambil menunjukkan betapa harmonis kehidupan sehari-hari masyarakat Yu Dao. Terjadi kemajuan pesat dari pengembangan kemampuan khas masyarakat Negara Api dan Kerajaan Bumi yang digabungkan. Sekalipun masih terlihat adanya perbedaan kasta antara warga Negara Api dan Kerajaan Bumi, namun mereka hidup dalam harmoni dan tak jarang terjadi perkawinan silang antar dua bangsa. Aang masih ragu, namun Katara yang melihat keluarga walikota menjadi sedikit mendukung Zuko. Kemudian mereka merencanakan untuk mengadakan pertemuan dengan Raja Bumi Kuei untuk membahas ulang Gerakan Pemulihan Harmoni ini.

Zuko meminta ayahnya untuk saran mengenai Gerakan Restorasi Harmoni.

Kembali dari ibukota, Zuko bertemu dengan Mai yang mencoba untuk menghiburnya setelah menyadari betapa letih kekasihnya dan wajahnya terlihat bahwa ia kurang tidur. Mai memintanya untuk bicara padanya bila Zuko punya masalah, Zuko setuju dan berjanji lain kali ia akan bicara. Mai kemudian mengganti bodyguard yang menjaga kamar Zuko yang dinilainya tidak becus dan digantikan dengan teman-temannya, para Pendekar Kyoshi. Malam itu, Zuko terbangun di tengah malam dan memutuskan untuk pergi keluar. Suki dan Ty Lee mengatakan padanya bahwa malam ini tidak ada apa-apa, namun Zuko tetap cemas. Secara diam-diam ia mempersiapkan teh untuk dibawa kepada ayahnya di dalam penjara. Ia berlutut di hadapan ayahnya dan meminta nasihat.[9]

Zuko terus berjuang untuk mencari jalan yang benar dan mengatasi insomnianya. Ia menemui Ozai untuk meminta nasihat. Ozai mengenang kembali masa lalu mereka ketika sedang berlibur di Pulau Ember. Ketika mereka sedang bersantai di tepi pantai, Zuko melihat seekor kepiting penyu hendak disantap seekor elang. Zuko yang memiliki perasaan lembut dan hati yang baik itu segera berlari untuk menyelamatkan pihak yang lebih lemah. Namun kemudian ia melihat bahwa elang tersebut sangat kelaparan dan Zuko membuatnya kehilangan mangsa. Zuko menjadi bingung, siapa yang harus ia bela. Sementara ia berpikir dalam keraguan, ombak besar datang dan menghanyutkan dia. Ozai masuk ke dalam air laut untuk menyelamatkannya dan selama beberapa hari Zuko diasuh oleh ibunya. Pada akhirnya, Zuko dinasihati untuk yakin pada pilihan yang ia buat. Bahwa semua pilihan yang dibuat oleh seorang Raja Api adalah benar, karena dialah sang raja maka ia bebas untuk berbuat apa saja. Zuko terang-terangan menolaknya dengan mengatakan bahwa ada kebaikan yang jauh lebih besar daripada keputusannya. Perdebatan ini membuat Ozai kesal dan memerintahkan Zuko untuk pergi dari hadapannya karena masih saja berhati lemah.

Mai putus dengan Zuko, tak lama setelah ia menjadi sadar pertemuan dengan Ozai.

Sementara ia kebingungan untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan, Mai datang dan memutuskan hubungan karena Zuko masih saja memendam masalahnya sendiri dan penuh dengan rahasia. Ia juga mengatakan bahwa Zuko lebih mencintai rahasianya daripada dirinya. Ketika hubungan mereka berakhir, Suki muncul untuk meminta maaf dan mengaku bahwa dialah yang telah menceritakan pertemuannya dengan Ozai kepada Mai yang akibatnya mengakhiri hubungan Zuko dengan Mai. Suki juga mengaku bahwa ia sangat prihatin pada Zuko dan ingin membantunya. Ia menekankan sekali lagi bahwa ia kawatir pada Zuko secara pribadi. Namun Jendral Mak segera tiba dan memberitahu Zuko bahwa ada laporan penting dari mata-mata yang mengatakan bahwa Raja Bumi, Kuei telah melancarkan pasukan untuk menyerang Yu Dao. Zuko mengesampingkan masalah pribadinya dan segera bersiap menaiki kapal untuk mempertahankan rakyatnya di Yu Dao dari serangan pasukan Raja Bumi.[10]

Aang memasuki Dunia Avatar di Zuko dan Aang mimpi bersama.

Sementara tertidur di kapal, Zuko dan Aang berbagi mimpi di mana roh Ozai dan Roku berdiri di belakang mereka saat ia mencoba untuk menjelaskan kepada Aang perasaan yang bertentangan mengenai Gerakan Restorasi Harmony: kebutuhan untuk melindungi rakyatnya terhadap janji awal untuk lihat Gerakan Restorasi Harmony melalui. Suara Ozai menggema dalam pikirannya, mengatakan kepadanya bahwa kehendak Tuhan Api menentukan apa yang benar. Yakin bahwa dia tidak akan pernah menemukan jalan yang benar sendiri, ia menawarkan dirinya bebas untuk Aang. Sebagai Avatar memasuki Negara Avatar untuk memenuhi janjinya kepada Zuko, Tuhan Api melihat ibunya sedih nya berdiri di belakang semangat Roku dan memintanya untuk tidak menangis. Sementara itu, Aang melepaskan serangan unsur pada dirinya, tetapi sebelum dia bisa memenuhi janjinya untuk membunuh Zuko, baik remaja terbangun dengan terkejut.

Zuko berbicara dengan gambar Iroh.

Berkonflik tentang tindakannya, Zuko mencari nasihat dengan berbicara ke lukisan pamannya, Iroh. Monolognya terputus ketika tentara mengingatkan bahwa armada itu tiba di pantai Bumi Raya, mendorong Zuko untuk berpakaian untuk berperang dan meninggalkan untuk memimpin pasukannya.

Pasukan Api Nation mencapai gerbang Yu Dao pada saat Bumi Kerajaan pasukan diberi perintah untuk memulai serangan. Tepat sebelum pertempuran terjadi, Toph dinonaktifkan semua tank Api Bangsa dengan metalbending semua sekrup mereka keluar. Sementara pasukan Api Bangsa berada dalam keadaan kacau, bingung tentang apa yang terjadi, Jenderal How memerintahkan bumi pasukannya Kerajaan untuk masuk Yu Dao dan menangkap para kolonial, langkah Zuko membalas dengan memerintahkan pasukan darat untuk membela rakyat neraka bangsa di koloni itu, menyebabkan kedua pasukan berbenturan.

Ketika Bagaimana dan anak buahnya hendak menyerang Kori, Sokka, dan Sneers, Zuko datang untuk menyelamatkan mereka, dan dimulai dalam duel dengan umum. Namun, mereka segera terganggu oleh Aang, yang telah memasuki Negara Avatar. Yakin bahwa Aang akan memenuhi janjinya, Zuko lama memohon untuk mempertimbangkan kembali, tetapi segera berdamai dengan pikiran bahwa kematiannya sendiri adalah untuk yang terbaik. Zuko dihapus helm dan menyaksikan Aang ditampilkan prestasi kuat earthbending menciptakan jurang antara Yu Dao dan tentara berjuang. Namun, berdiri untuk dekat dengan tepi jurang yang baru dibuat, batu hancur di bawah kaki Zuko dan dia jatuh ke bawah, tapi di saat yang tepat, dia diselamatkan dari kematian oleh Aang. Setelah mendengar penalaran Avatar dengan Bumi Raja Kuei dan menyadari tindakannya sendiri benar, Zuko runtuh.

Zuko, Aang, dan Iroh di Jasmine Dragon.

Zuko terbangun empat hari kemudian di Iroh Jasmine Dragon, di mana pamannya mencacinya karena tidak mengunjunginya apa pun lebih cepat. Aang bergabung Zuko di meja dan bersama-sama mereka membahas masa depan Yu Dao, mengakui bahwa ia tidak bisa lagi menjadi Negara Api koloni atau kota Kerajaan Bumi. Mereka berdua juga menyinggung mimpi mereka berbagi, menyebabkan Zuko untuk meringankan Aang janjinya, ketika ia menyadari bahwa ia tidak bisa meletakkan beban itu di bahu Avatar itu. Dia menyebutkan melihat ibunya dalam mimpi dan keinginannya untuk menemukannya, percaya bahwa itu akan memecahkan masalah yang dihadapi dengan menghubungkan dirinya bagian dari warisan yang tidak keruh dan membingungkan baginya. Namun, setiap pencarian mencoba hingga saat itu untuk menemukan ibunya ternyata tangan kosong. Zuko menyadari bahwa ia membutuhkan informasi lebih lanjut tentang apa yang terjadi hari Ursa kiri, meskipun ia tahu Ozai tidak akan membantunya. Bertekad untuk menemukan ibunya, ia berpaling ke satu-satunya orang yang dia yakini bisa membantunya membujuk informasi yang dibutuhkan dari Ozai: Azula.[11]

komitmen untuk memungkinkan koloni Api tua Bangsa untuk tetap di Kerajaan Bumi dan mengatur keseimbangan kekuasaan di antara mereka, daripada tegas menghapusnya, akhirnya menyebabkan penciptaan Negara Republik Serikat dengan Kota Republik sebagai ibukotanya.[12]

Akhir Kehidupan Edit

Dia terus tetap berkuasa sampai 167 ASC ketika ia turun tahta takhta Negara Api kepada putrinya, tapi ia masih terus berkeliling dunia sebagai duta untuk keseimbangan dunia, meskipun dalam kapasitas resmi. Selain itu, ia juga memiliki cucu, Iroh, yang menjabat sebagai seorang jenderal di divisi pertama dari United Forces dan dinamai Zuko paman Iroh, yang juga seorang jenderal besar.[13]

Pengakuan Edit

Patung Zuko di Stasiun Pusat Kota.

Zuko tampaknya dihormati sebagai salah satu pendiri Republik City, dan bahkan telah patung didirikan untuk menghormatinya di pusat Stasiun Pusat Kota di Republik Kota untuk memperingati banyak prestasi nya.[2]

KepribadianEdit

Selama pengasingannya, Zuko adalah seorang pria muda yang pahit dan kompleks, mirip dengan penjahat yang tragis. Lebih dari segalanya, ia ingin tempat sebagai pewaris takhta Negara Api dan cinta ayahnya.[14]Zuko percaya, atau memaksa diri untuk percaya, bahwa menangkap Avatar akan membuat keinginan menjadi kenyataan, membuatnya salah satu musuh Aang yang paling ditentukan. Motivasi tertuju pada dia menebus dirinya sendiri yang berdiri di kontras dengan pengejar lainnya, Zhao dan Azula termotivasi oleh ambisi politik atau kekejaman.

Zuko memaksa dirinya untuk ikut di sidang perang

Zuko percaya seseorang menjadi kuat dengan berjuang dan berjuang untuk apa yang mereka inginkan. Namun, ia menyatakan pola pikir bertentangan,. Dia tidak ingin keberuntungan karena ia merasa ia bisa mengendalikan nasibnya, tetapi juga yakin bahwa ia ditandai sial dan bahwa dunia adalah melawan dia [15] Nya reaksi terhadap persepsi dunia selalu ditetapkan melawan dia adalah besi-menghendaki pembangkangan dan tidak fleksibel tekad. Dia pintar, namun berkepala panas, sering membiarkan amarahnya mendapatkan yang terbaik dari dirinya. Dia tampak merugikan terhadap pemikiran merugikan orang lain tanpa motif atau keuntungan, setelah menyetujui permintaan Aang untuk cadangan Suku Air Selatan dalam pertukaran untuk dirinya sebagai tahanan, dan meninggalkan desa terluka. .[16] Dia jarang berpikir situasi lewat, menyebabkan dia mendapat masalah,. ketika ia ditangkap Aang di Kutub Utara, ia hanya bisa berjalan ke badai salju sesudahnya,[15] atau ketika ia mengambil Sunstone off GWK di kuil Warriors Sun 'dan jatuh ke dalam perangkap [17]Kata sifat dikritik oleh pamannya, [18][19]dan dia berusaha mengendalikan diri dan berpikir hal-hal melalui lebih sering menjelang akhir tiga musim.

Kemampuan Edit

Pengendalian Api Edit

Zuko mendemonstrasikan Pengendalian Api.

Sepanjang seri, Zuko telah menunjukkan dirinya sebagai firebender sangat terampil dan kehebatannya jauh meningkat sepanjang perjalanan seri, ke titik menjadi master firebending. Meskipun ia tidak bisa menghasilkan petir, ia mampu mengarahkan setelah diajar oleh Iroh pamannya.

Sebagai seorang anak, ia hanya bisa menciptakan semburan api kecil dan tidak berarti terfokus atau dikendalikan dalam lipatan nya,[3] namun pada saat ia berusia tiga belas tahun, ia cukup percaya diri dalam kemampuan untuk siap menerima tantangan Agni Kai terhadap jendral.

Sekitar waktu penemuan Aang di Kutub Selatan, Zuko masih belajar dasar-dasar dari Iroh dan cukup terampil untuk sejenak mengetuk Aang dari kapalnya, tetapi dia dikalahkan ketika Aang masuk ke Negara Avatar [20]. Ia digunakan apa yang ia telah diajarkan untuk mengalahkan Zhao, seorang firebender menguasai lebih tua dan lebih berpengalaman [21] Sepanjang mengejar Aang, ia menunjukkan keterampilan sering,.. ia mengalahkan beberapa musuh pada dua kesempatan [22][23] Kemudian, keterampilan tumbuh. Dia bernasib baik dalam duel melawan Aang, memberikan ledakan api ganda untuk periode yang berkelanjutan tanpa melelahkan, tapi dikalahkan ketika ia lumpuh oleh bulan Juni shirshu bingung. [24] Dia menciptakan perisai api untuk melindungi diri dari ledakan besar pada nya kapal. [25] Selama Pengepungan Utara, ia berjuang Katara saat bulan hampir penuh. Ia memegang sendiri terhadap dirinya ketika ia diperkuat oleh bulan, tapi diperlukan kekuatan matahari untuk mendapatkan tangan atas dan mengalahkan dia dengan satu ledakan api. [26]Ia juga mendarat penentu kemenangan dalam pertandingan ulang melawan Zhao. [15]

Pengendalian PetirEdit

Zuko mengalihkan petir dari ayahnya.

Sedikit terlihat dari Firebending Zuko setelah ia kembali ke Negara Api, namun dia cukup percaya diri dalam kemampuan bahwa ia menawarkan untuk mengajarkan Aang. Dia dimanfaatkan dinding api untuk menghentikan serangan dari Man Pembakaran, dan mampu menghindari banyak batu Toph ini yang ia dilemparkan ke arahnya, meskipun earthbending nya terhambat karena Zuko sengaja membakar kakinya [8] Kemudian., Sementara ia kehilangan nya firebending dari kurangnya sesuai marah, sumber mantan kekuasaannya. Dia dan Aang kemudian melakukan perjalanan bersama-sama ke kota kuno Warriors Sun untuk berhubungan kembali dengan sumber asli firebending. Di sana, Zuko belajar "Dancing The Dragon", bentuk Firebending kuno yang ia tampil bersama Aang. Belajar formulir ini tampaknya telah mempengaruhi gaya dari firebending menjadi lebih cair, menciptakan bentuk yang lebih dancelike sebagai lawan, bentuk-bentuk kaku militeristik yang biasa digunakan oleh tentara Negara Api. Dia juga ditantang oleh Anggota sebuah suku untuk membawa sepotong Eternal Flame sepanjang jalan sampai ke gua para empu. Zuko dan Aang melakukan teknik baru mereka pelajari bersama-sama dengan naga, yang menelan mereka dalam spiral multi-warna api. Setelah melihat ini, Zuko menemukan sumber kekuatan baru dalam penghormatan bagi kekuatan api sebagai sumber kehidupan dan energi: "matahari dalam diri Anda" [17] perbedaan gaya-Nya dan keterampilan yang ditunjukkan di Rock didih mana ia sebentar berjuang melawan. Azula bersama Sokka. Selama pertarungan, ia dibelokkan banyak ledakan api Azula dengan hanya tangan atau kebakaran sendiri, dan diperdagangkan bola api dengannya. [27] Ia kemudian menghadapi Azula lagi dan berduel nya merata selama beberapa menit. Ia dipecat beberapa ledakan api besar dan kuat, membelokkan banyak serangan itu. [28] Kemudian, ia menyerang Aang dengan ledakan api yang kuat untuk membuat dia melawan. Ketika ia mengejar dia ke rumah liburan keluarga yang tua Ozai, Zuko menciptakan beberapa bulu mata api menyelubungi sekelilingnya dan ditambah mereka ke bentuk Aang lorong berjalan melalui [29].

Hubungan Edit

Artikel Dari ini adalah: Hubungan Zuko

Keluarga Edit

Artikel Dari ini adalah: Keluarga Kerajaan Negara Api


Sozin
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Roku
   
   
Ta Min
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Azulon
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Ilah
   
   
Tidak Diketahui
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Iroh
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Ozai
   
   
Ursa
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Lu Ten
   
   
Tidak Diketahui
   
   
Zuko
   
   
Azula
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Tidak Diketahui
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Iroh
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   

PenampilanEdit

Avatar: The Last Airbender

Buku Satu: Air (水)

Buku Dua: Tanah (土)

Buku Tiga: Api (火)

Trivia Edit

  • Tindakan besar pertama Zuko sebagai Raja Api adalah untuk mengirimkan regu pencari untuk ibunya [11].
  • Zuko adalah karakter hanya untuk memiliki seluruh episode benar-benar untuk dirinya sendiri, dengan tidak ada karakter biasa lainnya muncul kecuali sebagai kilas balik. Zuko Alone
  • Sementara dianggap pengkhianat, nama Zuko terdaftar di Negara Api menginginkan poster sebagai 祖寇., Yang diterjemahkan sebagai "perampok nenek moyang" [30] Kemudian, dalam "Tales of Ba Sing Se ", namanya ditulis sebagai 蘇科 pada kartu judul segmen nya, yang diterjemahkan sebagai" aturan dibangkitkan ". Su Kata ini juga digunakan untuk nama besar kakeknya Sozin pada kotak yang memegang gulungan buku harian. [31]

ReferensiEdit

  1. EXCLUSIVE: Yang Continues "Avatar: The Last Airbender" in The Search. Comic Book Resources. Retrieved on Juni 25, 2012.
  2. 2,0 2,1 2,2 Welcome to Republic City. Nickelodeon (April 20, 2012). Retrieved on April 20, 2012.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 "Zuko Alone". Elizabeth Welch Ehasz (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. May 12, 2006. No. 7, Book Two: Earth
  4. "Sozin's Comet, Part 2: The Old Masters". Aaron Ehasz (writer) & Giancarlo Volpe (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 19, 2008. No. 19, Book Three: Fire
  5. "Sozin's Comet, Part 4: Avatar Aang". Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko (writers) & Joaquim Dos Santos (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 19, 2008. No. 21, Book Three: Fire
  6. Nick Magazine presents, "Swordbending".
  7. 7,0 7,1 7,2 "The Storm". Aaron Ehasz (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. June 3, 2005. No. 12, Book One: Water
  8. 8,0 8,1 "The Western Air Temple". Elizabeth Welch Ehasz, Tim Hedrick (writers) & Ethan Spaulding (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 14, 2008. No. 12, Book Three: Fire
  9. Gene Yang (w), Gurihiru (a). The Promise Part 1 (Jan 25, 2012), Dark Horse Comics
  10. Gene Yang (w), Gurihiru (a). The Promise Part 2 (May 31, 2012), Dark Horse Comics
  11. 11,0 11,1 Gene Yang (w), Gurihiru (a). The Promise Part 3 (September 26, 2012), Dark Horse Comics
  12. San Diego Comic-Con 2011
  13. "Turning the Tides". Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko (writers) & Joaquim Dos Santos, Ki Hyun Ryu (directors). The Legend of Korra. Nickelodeon. June 16, 2012. No. 10, Book One: Air
  14. "The Day of Black Sun, Part 2: The Eclipse". Aaron Ehasz (writer) & Joaquim Dos Santos (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. November 30, 2007. No. 11, Book Three: Fire
  15. 15,0 15,1 15,2 "The Siege of the North, Part 2". Aaron Ehasz (writer) & Dave Filoni (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. December 2, 2005. No. 20, Book One: Water
  16. "The Avatar Returns". Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko (writers) & Dave Filoni (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. February 21, 2005. No. 2, Book One: Water
  17. 17,0 17,1 "The Firebending Masters". John O'Bryan (writer) & Giancarlo Volpe (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 15, 2008. No. 13, Book Three: Fire
  18. "Lake Laogai". Tim Hedrick (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. November 6, 2006. No. 17, Book Two: Earth
  19. "The Boiling Rock, Part 1". May Chan (writer) & Joaquim Dos Santos (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 16, 2008. No. 14, Book Three: Fire
  20. "The Boy in the Iceberg". Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko (writers) & Dave Filoni (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. February 21, 2005. No. 1, Book One: Water
  21. "The Southern Air Temple". Michael Dante DiMartino (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. February 25, 2005. No. 3, Book One: Water
  22. "Winter Solstice Part 1: The Spirit World". Aaron Ehasz (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. April 8, 2005. No. 7, Book One: Water
  23. "The Warriors of Kyoshi". Nick Malis (writer) & Giancarlo Volpe (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. March 4, 2005. No. 4, Book One: Water
  24. "Bato of the Water Tribe". Ian Wilcox (writer) & Giancarlo Volpe (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. October 7, 2005. No. 15, Book One: Water
  25. "The Waterbending Master". Michael Dante DiMartino (writer) & Giancarlo Volpe (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. November 18, 2005. No. 18, Book One: Water
  26. "The Siege of the North, Part 1". Aaron Ehasz (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. December 2, 2005. No. 19, Book One: Water
  27. "The Boiling Rock, Part 2". Joshua Hamilton (writer) & Ethan Spaulding (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 16, 2008. No. 15, Book Three: Fire
  28. "The Southern Raiders". Elizabeth Welch Ehasz (writer) & Joaquim Dos Santos (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 17, 2008. No. 16, Book Three: Fire
  29. "Sozin's Comet, Part 1: The Phoenix King". Michael Dante DiMartino (writer) & Ethan Spaulding (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 19, 2008. No. 18, Book Three: Fire
  30. "The Desert". Tim Hedrick (writer) & Lauren MacMullan (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. July 14, 2006. No. 11, Book Two: Earth
  31. "The Avatar and the Fire Lord". Elizabeth Welch Ehasz (writer) & Ethan Spaulding (director). Avatar: The Last Airbender. Nickelodeon. October 26, 2007. No. 6, Book Three: Fire

Around Wikia's network

Random Wiki