FANDOM


Northern Water Tribe 01.png

Suku Air Selatan yang baru menyamai Suku Air Utara.

Cerita

Jauh di kutub selatan, sebuah suku yang telah lama hancur kembali dibangun. Suku Air Selatan, dengan hawa dingin yang menyegarkan dan menyenangkan semua orang yang hidup di sana.

Sementara di sebuah rumah sederhana, hidup sepasang suami-istri yang bahagia. “Kita akan punya momongan, Faeta. Ku harap, seorang anak laki-laki akan lahir. Hihihi…,” kata Sonnako, suami Faeta.

“Anak perempuan akan lebih membahagiakan, Son!” jawab Faeta dengan bercanda.

Tiba-tiba, terdengar gemuruh dari luar rumah.

“Faeta! Sonnako! Faeta! Sonnako!” teriak orang-orang.

“Sonnako, akankah terjadi sesuatu yang buruk?” ucap Faeta cemas.

“Tenanglah, Faeta. Semua pasti baik-baik saja!”

Faeta mengangguk pasti untuk menghilangkan ketakutannya. Dan mereka pun keluar rumah.


Di luar rumah…

“Aneda bilang, kau akan punya anak hari ini, Faeta!” ucap Ramho. Aneda adalah peramal handal Suku Air Selatan.

“Benarkah?” tanya Faeta senang.

“Iya, sebentar lagi, Faeta!” kata Aneda yang baru saja keluar dari rumahnya.

“Terima kasih telah peduli,”

“Sama-sama. Mari, kita akan mengetahui apakah anak itu laki-laki atau perempuan.”

Faeta dan Aneda pun masuk ke rumah Aneda.

Sonnako terus menunggu sambil berdoa supaya bayinya selamat dan lahir sempurna.


Beberapa jam kemudian…

“Sonnako, beruntung kau! Bayimu selamat dan lahir sempurna. Dan…, bayi itu laki-laki. Faeta akan tetap jadi yang tercantik dalam keluargamu!” kata Aneda dengan tersenyum.

“Terima kasih, Aneda. Ahaha…, iya, Faeta akan tetap menjadi yang tercantik dan terbaik dalam keluarga kami.”

“Padahal, saya berharap bayi itu perempuan. Tapi, hidup sudah diatur.”

“Ahahaha…, malam ini bawa bayi itu ke balai Suku Air Selatan. Kita akan merayakannya dan berharap dia bisa jadi kebanggaan.”


Malam harinya…

Rodda, kepala suku, dan Tidae, istrinya, menaiki mimbar di tengah balai Suku Air Selatan. Mereka akan mengumumkan kelahiran bayi laki-laki dari pasangan Sonnako dan Faeta.

“Hari ini, kita telah dibahagiakan oleh lahirnya seorang bayi laki-laki dari pasangan Sonnako dan Faeta. Mari berharap bayi ini akan bisa menjadi penduduk Suku Air Selatan yang bisa dibanggakan!” seru Rodda.

“Sekarang, Sonnako… Faeta… nama apa yang akan kau berikan padanya?” tanya Tidae.

“Kami telah mempersiapkannya dari dulu. Bila, anak itu perempuan, maka akan kami beri nama Sanna Sonfae. Tapi, karena bayi itu laki-laki, kami memberinya nama Nakso Sonfae.” jawab Sonnako.

“Nama yang bagus dan unik.”


5 tahun kemudian…

“Aco! Aco! Lihat apa yang kubawa!” teriak Yang-Mi.

“Apa itu Ami?” jawab Nakso girang.

“Ayah membuatkanku papan luncur ini! Lihat aku, ya!”

“Yang-Mi, jangan ke laut!” teriak ayahnya Yang-Mi.

“Tapi, kenapa ayah?” tanya Yang-Mi yang masih lugu.

“Berbahaya. Ayo masuk dan ajak Nakso kemari!”

“Baik, ayah!”

Mereka berdua pun masuk ke rumah Yang-Mi. Nakso terkagum-kagum karena baru pertama kali masuk rumah sebesar milik Yang-Mi.

“Ami, rumahmu besar sekali!”

“Ahaha, ini tidak lebih besar daripada rumah kepala suku!”

“Tentunya, hahaha…,”

“Nakso! Nakso! Ayo pulang, nak! Besok main lagi. Kami tidak ingin kehilangan kau!” ajak ibu Nakso.

“Baik, ibu!” jawab Nakso.

Nakso pun pulang ke rumahnya.

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Also on FANDOM

Random Wiki